
Latar Belakang Proyek
Akibat akumulasi sedimen selama bertahun-tahun, kedalaman air dermaga sebuah pelabuhan utama di Indonesia turun di bawah 8 meter, sehingga kapal kargo berbobot 100.000 ton tidak dapat berlabuh dan menyebabkan penurunan tajam sebesar 35% dalam throughput tahunan. Pemerintah daerah meluncurkan proyek pengerukan dan perluasan pelabuhan, yang membutuhkan peralatan yang tidak hanya mampu menangani geologi campuran lapisan tanah liat dan pasir yang kompleks, tetapi juga mencapai pengerukan dan reklamasi yang efisien. Kapal Keruk Isap Pemotong CSD-1800 dari Huayao Environmental unggul dalam tender global berkat desain modular dan kinerjanya yang tangguh.
Keunggulan Inti Peralatan
1. Penanganan Geologi Kompleks yang Efisien: Dilengkapi dengan pemotong tahan aus berdaya 1.200 kW, alat ini dapat memotong tanah liat keras dengan mudah seperti bor berlian bawah air. Dikombinasikan dengan kapasitas pompa lumpur 4.500 meter kubik per jam, efisiensinya 60% lebih tinggi daripada peralatan lokal yang ada.
2. Adaptasi Fleksibel terhadap Transportasi dan Operasi: Mengadopsi desain modular terpisah, alat ini dapat diangkut dengan kontainer melalui darat ke pelabuhan untuk dirakit, memecahkan masalah transportasi peralatan skala besar. Dengan kedalaman pengerukan maksimum 18 meter dan jarak pembuangan 5 kilometer, alat ini memenuhi kebutuhan pengerukan dan reklamasi lepas pantai secara bersamaan.
3. Integrasi Perlindungan Lingkungan dan Kecerdasan: Dilengkapi dengan pipa pengangkut lumpur tertutup dan sistem pemisahan sedimen untuk menghindari pencemaran kekeruhan air; terintegrasi dengan modul pemantauan cerdas, dapat menyesuaikan parameter operasi secara real-time, mengurangi tingkat kegagalan diagnosis jarak jauh hingga 70%.
Hasil Proyek
Dalam 3 bulan setelah commissioning, peralatan tersebut menyelesaikan pengerukan sebesar 1,2 juta meter kubik, memulihkan kedalaman air dermaga menjadi 15 meter. Kapal kargo berbobot 100.000 ton berlabuh dengan lancar, dan throughput pelabuhan diperkirakan akan kembali ke puncak historisnya. Sementara itu, 30.000 meter persegi lahan direklamasi menggunakan sedimen hasil pengerukan, menghemat lebih dari 2 juta dolar AS biaya lahan untuk perluasan pelabuhan. Manajer proyek setempat berkomentar: "Efisiensi dan kemampuan adaptasi kapal keruk hisap pemotong Huayao melebihi ekspektasi; ini merupakan alat kunci untuk peningkatan pelabuhan."



















